Rekomendasi Buku untuk Membuatmu Rileks Selama di Rumah Saja

Lagi aksi ‘di rumah saja’ untuk karantina diri selama pandemi virus corona, tapi belum ada bekal buku bacaan? Atau sudah melahap semua buku yang ada di rumah?

Kamu nggak sendiri, karena membaca buku kini bisa jadi pilihan untuk membuat hari-hari tak membosankan selama menjalani self-isolation. Buku bacaan yang membuat lebih rileks tentunya, karena ini bisa jadi sama serunya dengan menonton beberapa seri drama Korea dalam satu hari.

Buku-buku yang bercerita akan cinta, persahabatan, keluarga, atau hal-hal yang diluar ekspektasi. Ini menambah wawasan sekaligus memberi hiburan tersendiri, karena membuat tertawa, menangis, kesal, dan gemas ketika menyelesaikannya.

Dirangkum dari daftar best-seller dan pilihan situs toko buku online, berikut rekomendasi buku yang bisa membuat kamu rileks selama menghabiskan waktu di rumah saja saat ini:

  1. The Architecture of Love 

Karya Ika Natassa ini, seperti karyanya yang lain, menyuguhkan kisah cinta yang menggemaskan. Kali ini, ‘The Architecture of Love’ mengisahkan Raia sebagai tokoh utama, seorang penulis yang mengalami writer’s block atau kebuntuan ide. Ia memutuskan untuk pergi ke New York demi bisa kembali menulis dan menemukan ide. Siapa sangka di sana ia bertemu seorang pria bernama River. Pertemuan tak sengaja dan kesamaan nasib mencari inspirasi di salah satu kota terbersa di dunia ini membuat hubungan keduaya menjadi dekat. Hal-hal kecil yang hadir diantara Raia dan River membuat buku ini menjadi asik untuk dibaca sampai halaman terakhir.

  1. The Book of Forbidden Feelings 

Buku Lala Bohang selalu menghadirkan banyak pertanyaan sekaligus juga kejutan. Di beberapa kalimat atau kutipan akan membuat diri merasa terwakili. Begitu juga dengan ‘The Book of Forbidden Feelings’. Di sini, ia mengungkap sisi gelap kehidupan seseorang, di mana akan membuat kita menyadari bahwa ada banyak kepalsuan yang secara tidak sadar pernah kita lakukan. Beberapa bagian dalam novel ini juga akan membuat pembacanya menyadari bahwa setiap orang bisa jadi pernah melakukan dan merasakan hal yang sempurna.

  1. Friend Zone 

Dari judul dan sampulnya, novel karya Vanesa Marcella ini sudah membuat diri tersenyum sendiri. Siapa yang nggak pernah merasakan berada di friend-zone, atau menyukai seseorang tapi dianggap hanya teman? Buku ini mengisahkan Abel, seorang gadis tomboi yang memendam rasa pada sahabat baiknya sendiri, David. David tak pernah tahu Abel memiliki rasa padanya. Ia hanya merasa nyaman saat bersama Abel dan merasa tak perlu sedikit pun untuk menjaga imej di hadapannya. Bagaimana dan sejauh mana Abel akan bertahan dan memendam rasanya terhadap David? Di bagian inilah buku ini membuat penasaran.

  1. Sebuah Usaha Melupakan

Ditulis Boy Candra, novel ini juga bercerita akan kisah cinta, tapi jarak jauh atau long distance relationship. Sudut pandang Aku sangat mencintai pasangannya, dan penuh harap. Namun, yang indah itu tak bertahan lama kala ia mengetahui pasangan yang ia cintai berkhianat. Aku menjadi seorang pembenci dan kasar. ‘Sebuah Usaha Melupakan’ bisa jadi buku yang mengulik kisah cinta dengan cara yang tak biasa.

  1. Tak Ada New York Hari Ini 

Buku berisi kumpulan puisi karya Aan Mansyur ini bisa dibaca ulang bolak-balik, karena tidak akan membosankan. Lewat ‘Tak Ada New York Hari Ini’, Aan bermain-main dengan kata-kata sederhana tapi penuh makna. Beberapa diantaranya bisa jadi kutipan yang akan menginspirasi untuk dikirim ke pasangan, atau orang terdekat. Menuntaskannya juga bisa dengan ditemani menonton ‘Ada Apa Dengan Cinta 2?’, di mana Rangga membacakan beberapa kutipan dari buku ini.

  1. Angan Senja Senyum Pagi 

Banyak hal menarik dari karya Fahd Pahdephie ini. Kisah antara Angan dan Pagi yang terpisah jarak. Ketika keduanya dipertemukan, Angan pun kehilangan kata-kata. Fahd telah menerbitkan sejumlah buku, dan ‘Angan Senja Senyum Pagi’ bisa jadi awalan untuk masuk dan mengenal dunia penulisannya yang unik. Membayangkan judulnya saja sudah membuat penasaran untuk masuk ke dalam kisah yang ditulisnya.

  1. Konspirasi Alam Semesta 

Selain menyanyi, Fiersa Besari juga menulis beberapa buku yang menarik untuk dibaca. ‘Konspirasi Alam Semesta’ adalah salah satunya. Buku ini memuat kisah cinta antara Ana dan Juang yang menghadapi banyak rintangan dan dilema seperti halnya yang dirasakan banyak orang. Menuntaskan buku ini akan membuat kamu ingin membaca karya Fiersa lainnya.

  1. Sunny Everywhere 

Ditulis Sunny Dahye, youtuber asal Korea yang popular dan memiliki jutaan subscriber. Lewat buku ini, ia menuliskan kisah hidupnya yang tak tersorot kamera. Ada perjalanan panjang yang ia lewati hingga bisa dibilang sukses seperti saat ini. Dari mulai kondisi keluarganya, kepindahan ke Indonesia, kesulitan mencari universitas untuk melanjutkan studinya, serta bagaimana ia akhirnya memutuskan untuk memulai bikin video di YouTube. Menarik untuk diikuti dan melihat dari sudut pandang yang berbeda.

  1. Guru Aini 

Karya terbaru penulis Andrea Hirata (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi) ini masuk ke empat besar best-seller awal tahun 2020. ‘Guru Aini’ disebut-sebut sebagai prekuel dari novel yang sudah terbit lebih dulu berjudul ‘Orang-Orang Biasa’. Buku ini bercerita tentang Ibu Guru Aini yang bertahan dengan idealismenya untuk menjadi seorang guru matematika. Seperti karya Andrea lainnya, ada muatan kritis terhadap sosial politik di dalamnya, tapi dalam penyampaian yang menarik untuk diikuti.

  1. Kamu Terlalu Banyak Bercanda 

Usai ‘Generasi 90-an’, dan ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’, Marchella FP mengeluarkan ‘Kamu Terlalu Banyak Bercanda’. Seperti tulisan-tulisannya yang renyah, didominasi kata-kata yang dalam penuh makna, buku ini bisa jadi juga akan menohok dengan cara yang berbeda. Membuat diri tersenyum simpul sendiri karena merasa terwakili.

  1. Srimenanti 

Lebih dikenal sebagai penulis puisi, ‘Srimenanti’ adalah novel perdana Joko Pinurbo. Di sini ia menuliskan kisah yang unik, dengan permainan kata yang juga tak kalah puitisnya. Seperti kutipan berikut ini: “Saya pernah ditanya wartawan, ‘Lukisanmu termasuk aliran apa?’ Saya malas dan tidak tertarik menjawab pertanyaan semacam itu. Saya tidak tertarik pada label. Hari-hari ini kegemaran bermain label kembali merajalela dan banyak orang lupa atau tidak menyadari bahayanya. Diam-diam saya jeri menanggung beban yang diakibatkan oleh permainan label dan stigma. Namun, bagaimanapun saya mencintai hidup ini. Di saat-saat rentan hati, ingin rasanya saya pergi mengasingkan diri. Pergi jauh ke sebuah pelukan dan berlabuh di bahu seseorang, tetapi pelukan siapa, bahu siapa?”

  1. Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa 

Ditulis Alvi Syahrin, buku ini menggelitik dari judulnya, yang seolah mempertanyakan, bagaimana ‘Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa? Ya, nggak apa-apa, juga bukan? Dengan pilihan kata dan cerita yang disuguhkannya, buku ini mesti dibaca saat santai tanpa harus diburu-buru waktu. Bahwa seseorang mestinya sadar bahwa hidup adalah tentang berusaha sebaik-baiknya, kalaupun jatuh bangkit lagi dan tak berhenti percaya bahwa segala perjuangan tak akan sia-sia. Cari kebahagiaan menurut standar kamu sendiri, tanpa mengikuti kriteria umum. Benar, bukan?

  1. Second Chance 

Bacaan MetroPop bisa menjadi pilihan untuk bersantai sembari senyum sendiri. Seperti yang dituliskan Flara Deviana lewat ‘Second Chance’. Seperti judulnya, buku ini mengisahkan akan kesempatan kedua yang dijalani tokoh utamanya, yakni Flavia. Di tengah kondisi keuangannya yang payah, ia mendapat tawaran kerja sebagai pengasuh sepasang anak kembar dengan bayaran tinggi. Pekerjaan ini mempertemukannya dengan majikan Raynaldi duda pengacara yang berparas dingin, dan galak sebagai ayah dari anak yang diasuhnya. Flavia dan Ray mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki kehidupan mereka.

(Sumber: herworld.co.id.5 Juli 2021.27 Juli 2021.”Rekomendasi Buku Untuk Membuatmu Rileks Selama Di Rumah Saja”. https://today.line.me/id/v2/article/XwN5j9)

Film-film yang populer kembali karena bertemakan Pandemi

  1. The Flu (2013)

Film ini bercerita tentang sekelompok imigran diselundupkan di dalam kontainer barang dengan tujuan akhir mereka adalah Korea Selatan. Salah satu dari imigran membawa virus yang mematikan dan sangat menular. Byung-Ki dan Byoung-Woo pergi ke tempat pengiriman untuk membebaskan para imigran tersebut, namun saat mereka tiba di lokasi kontainer tersebut, mereka menemukan bahwa semua imigran mati, kecuali satu orang. Tak lama kemudian, setiap jam ribuan orang terinfeksi oleh virus mematikan, yang dapat membunuh dalam waktu 36 jam infeksi. Seluruh pinggiran Bundang dikarantina oleh pemerintah dalam upaya putus asa untuk menghentikan penyebaran virus lebih jauh.

  1. Contagion (2011)

Film ini terinspirasi oleh pandemi wabah virus SARS 2002-2004 dan pandemi flu 2009. Contagnion menceritakan tentang tersebarnya virus yang berasal dari babi dan kelelawar atau disebut MECV-1. Ketika virus tersebut menyebar, kota Chicago memutuskan untuk melakukan lockdown atau menutup seluruh akses keluar masuk kota dan mengkarantina diri. Setelah itu, penjarahan serta kekerasan mulai terjadi. Virus dalam film ini hampir mirip dengan virus Corona yang disebabkan oleh sumber yang sama.

  1. Train To Busan (2016)

Hampir semua orang pasti pernah mendengar atau melihat film ini. Film yang saangt sukses di Korea Selatan dan beberapa negara ini, merupakan film yang menceritakan tentang bencana virus yang menyebar di Korea Selatan. Film in menyorot beberapa orang pergi berjuang menyelamatkan diri dengan sebuah kereta listrik cepat dari rute Seoul ke Busan. Orang-orang yang terserang virus tersebut akan menjadi zombie dan menyerang semua orang yang belum terinfeksi virus tersebut.

 

  1. World War Z (2013)

World War Z menceritakan perjuangan Gerry Lane, seorang mantan pegawai PBB bersama istri dan kedua anaknya yang terjebak dalam kemacetan ketika segerombolan zombie menyerang kota. Gerry dan keluarganya kemudian diselamatkan dan dibawa naik ke kapal milik US Navy yang berada di Samudera Atlantik di mana ilmuwan dan anggota militer menganalisis kejadian tersebut. Seorang virologist berteori bahwa wabah zombie tersebut disebabkan oleh virus dan vaksin hanya bisa dikembangkan jika penyebab wabah diketahui. Gerry pun setuju untuk membantu mencari tahu sumber wabah tersebut setelah mengetahui bahwa keluarganya bisa diusir jika ia tidak mau bekerjasama.

  1. Cabin Fever (2016)

Fim ini menceritakan lima sahabat yang menyembunyikan diri ke sebuah pondok kayu di hutan terpencil untuk bersenang-senang. Entah bagaimana, saat-saat menyenangkan mereka tiba-tiba saja berubah menjadi bencana ketika sebuah penyakit demam aneh yang dibawa oleh seseorang yang terluka dan berdarah menjangkiti pondok mereka. Berada jauh di dalam hutan, mereka tidak bisa memberikan perlawanan terhadap infeksi tersebut, lari dari musuh yang mereka tak bisa lihat atau bunuh, rasa takut akan tertular, membuat mereka mulai saling menyerang satu sama lain.

  1. Alive (2020)

Alive menjadi salah satu film musim panas hit di Korea Selatan. Film yang mengisahkan wabah zombi ini menjadi yang pertama berhasil meraih lebih dari 1 juta penonton di Korea Selatan saat pandemi COVID-19 masih berlangsung. Film ini mengisahkan tentang wabah misterius yang secara cepat menyebar dan tak terkendali di kota Seoul. Saat wabah tersebut menyerang manusia, mereka akan berubah menjadi zombie yang buas dan agresif.

  1. Outbreak (1995)

Film mengisahkan penyakit fiktif bernama motaba yang menjangkiti warga di Zaire, Afrika, setelah seekor monyet kapucin yang terinfeksi diselundupkan ke negara itu. Kota kecil Cedar Creeks segera berstatus darurat militer karena infeksi yang menyebar.

  1. Resident Evil Series (2002 – 2016)

Satu-satunya hal yang perlu kamu ketahui tentang film yang diangkat dari game Resident Evil buatan Capcom ini yaitu ada sebuah perusahaan jahat (Umbrella) yang menciptakan virus untuk mengubah sebagian besar umat manusia menjadi zombie atau bioweapon. Mila Jovovich menjadi pemeran utama dalam setiap filmnya yang memerankan karakter Alice. Bagi penggemar gamenya, kita juga akan melihat karakter-karakter seperti Leon, Chris, dan Jill dalam filmnya yang berusaha melawan Umbrella.

 

(Sumber: detikHot.Alifah,Nanda. 20 Januari 2021. 26 Juli 2021. https://hot.detik.com/movie/d-5341569/8-film-bertema-wabah-penyakit-ini-populer-lagi-karena-covid-19/2)

Cara Membersihkan Rumah kala Isolasi Mandiri

TEMPO.CO, Jakarta – Banyak yang belum tahu pasti cara membersihkan dan mendisinfeksi rumah agar bebas dari virus bila ada anggota keluarga yang isolasi mandiri. Pada unggahan Instagram, spesialis penyakit dalam dr. R.A Adaninggar, Sp.PD membagikan cara membersihkan dan mendisinfeksi rumah.

Untuk mendapatkan rumah yang bersih sebisa mungkin kita harus membersihkan rumah secara teratur. Membersihkan rumah dengan menggunakan pembersih rumah tangga yang mengandung cukup sabun atau deterjen sudah cukup. Selain itu, disinfeksi tidak perlu dilakukan kecuali ada pasien Covid-19 sedang isolasi mandiri dan ada orang positif Covid-19 sempat singgah di rumah dalam 24 jam terakhir.

  1. Bersihkan Permukaan.

Bersihkan juga permukaan-permukaan yang sering dipegang secara teratur setiap hari atau setelah ada orang lain yang berkunjung ke rumah. Permukaan yang harus dibersihkan meliputi meja, pegangan pintu, pegangan apapun, saklar lampu, keran wastafel, penyiram toilet, dan lainnya.

Bila ada orang yang sakit atau positif Covid-19 dan sempat ke rumah dalam 27 jam terakhir, maka yang harus dilakukan adalah membersihkan permukaan yang kotor dengan sabun dan deterjen rumah tangga sebelum melakukan disinfeksi. Gunakan disinfektan yang disarankan untuk Covid-19, baca instruksinya, dan gunakan alat pelindung seperti sarung tangan.

  1. Ventilasi Harus Baik.

Pastikan ventilasi baik saat menggunakan disinfektan, membuka pintu dan jendela, lalu gunakan kipas angin untuk membantu aliran udara. Setelah itu, cuci tangan segera dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60 persen.

  1. Cara Pasien Covid membersihkan Diri

Bila ada orang yang sakit dan isolasi mandiri di rumah, idealnya isolasi dilakukan di kamar tidur dan kamar mandi terpisah. Bila pasien bisa membersihkan sendiri:

– Berikan tisu, pembersih, dan disinfektan.

– Bila sempat berbagi ruangan, misal kamar mandi atau dapur, pasien harus membersihkan dan mendisinfeksi permukaan dan benda setiap kali digunakan.

  1. Bila pasien tidak bisa membersihkan sendiri:

-Keluarga membersihkan dan mendisinfeksi area sekitar pasien bila benar-benar kotor.

-Gunakan masker dan sarung tangan, pasien juga harus menggunakan masker.

-Buka pintu, jendela, lalu gunakan kipas angin saat membersihkan dan mendisinfeksi.

  1. Cara memperlakukan barang dari pasien isoman

Cara memperlakukan barang pasien isoman adalah dengan menggunakan sarung tangan saat memegang alat-alat makan pasien, cuci dengan air hangat dan sabun, cuci tangan setelah membuka sarung tangan dan pegangan alat makan.

Untuk sampah medis, gunakan kantong plastik sampah ganda, ikat saat isinya sudah penuh dua pertiga bagian, gunting atau hancurkan masker dan APD sekali pakai untuk menghindari penggunaan ulang, kantong sampah disemprot disinfektan, biarkan 2-3 hari sebelum dibuang dan diambil oleh petugas, gunakan sarung tangan saat memegang dan cuci tangan setelahnya. Sampah medis tidak disarankan untuk dibakar.

  1. Bila pasien sudah selesai isolasi mandiri

Bila pasien sudah sembuh, tunggu beberapa waktu sebelum membersihkan dan mendisinfeksi. Dalam waktu kurang dari 24 jam:

-Bersihkan dan disinfeksi permukaan di area yang digunakan pasien, misal kamar tidur dan kamar mandi, terutama permukaan yang sering dipegang.

-Gunakan masker dan sarung tangan saat masuk ruangan.

-Buka jendela atau pintu lalu gunakan kipas angin.

-Lakukan disinfeksi secara hati-hati.

Untuk Dalam waktu 24 jam-3 hari:

-Bersihkan area yang digunakan pasien, misalnya kamar tidur dan kamar mandi, tidak perlu dilakukan disinfeksi.

Untuk Dalam waktu lebih dari 3 hari:

-Tidak perlu dilakukan pembersihan dan disinfeksi khusus.

  1. Membersihkan Karpet

Jangan lupa membersihkan permukaan seperti karpet atau tirai dengan cara dicuci menggunakan sabun dan air, bahan khusus yag memang spesifik digunakan untuk membersihkan benda-benda ini. Gunakan air hangat, keringkan, berikan disinfektan bila diperlukan. Lakukan pembersihan dengan penyedot debu (bila menyedot dilakukan di area orang yang sakit atau kurang dari 24 jam dipakai orang sakit, gunakan masker saat melakukannya).

  1. Cara membersihkan Baju:

Perlu juga untuk membersihkan baju atau kain dengan menggunakan air hangat lalu dikeringkan. Aman untuk mencuci bersama baju atau kain dari pasien yang sakit dengan orang lain. Saat memegang baju atau kain pasien, gunakan masker dan sarung tangan serta jangan lupa cuci tangan setelahnya. Terkadang kita lupa k membersihkan alat elektronik, padahal alat ini juga perlu dibersihkan.

  1. Alat Elektronik

Kita bisa memberikan pelindung pada alat elektronik yang memudahkan pembersihan (ponele, tablet, layar sentuh, papan ketik, dan remote control). Ikuti instruksi manual dalam membersihkan alat elektronik. Bila perlu boleh dibersihkan dengan disinfektan.

  1. Mengetahui Prinsip Disinfeksi

Kita juga perlu mengetahui bagaimana prinsip disinfeksi. Prinsip disinfeksi atau cara kerja yang harus di ketahui seperti pembersihan dengan air, sabun atau deterjen, dan tindakan mekanis (cara kerja dengan menyikat atau menggosok) sehingga membersihkan materi organik (debu, darah, muntahan) tapi tidak membunuh mikroorganisme.

Materi organik bisa mengganggu kerja disinfektan, maka harus dibersihkan sebelum disinfeksi. Larutan disinfektan harus dipersiapkan dan digunakan sesuai anjuran pembuatnya mengenai volume dan waktu kontak. Larutan berbasis klorin 0.1-0.5 persen, etanol 70-90 persen, atau hidrogen peroksida lebih dari 0.5 persen. Sementara itu, pengsapan tidak dianjurkan untuk Covid-19 kaerna sinar ultraviolet efektivitasnya dipengaruhi banyak hal (dosis, jarak alat, panjang gelombang, ukuran, dan bentuk ruang) harus dibersihkan secara manual.

Penyemprotan atau pengasapan area luar ruangan dan manusia tidak direkomendasikan karena berbahaya dan tidak bermanfaat. Penularan via sentuhan droplet bukan jalur utama penularan Covid-19 sehingga protokol kesehatan 5M tetap penting.

Meskipun demikian, membersihkan rumah atau permukaan benda tetap harus dilakukan untuk meminimalkan risiko kontaminasi infeksi apapun, termasuk Covid-19. Lakukan saja sewajarnya, tidak perlu berlebihan karena jalur penularan utama tetap melalui droplet dan airbone.

(Sumber: Tempo.co. Bisnis.com.17 Juli 2021. 21 Juli 2021. “Cara Membersihkan Rumah kala Isolasi Mandiri”. https://gaya.tempo.co/read/1484214/cara-membersihkan-rumah-kala-isolasi-mandiri/full&view=ok)

Mendampingi Isolasi Mandiri Anak Positif Covid-19, Apa yang Perlu Diperhatikan?

KOMPAS.com – Anak-anak menjadi kelompok yang rentan pula terpapar Covid-19. Saat anak terkonfirmasi positif Covid-19, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui orang tua yang mendampingi isolasi mandiri. Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri membeberkan, kasus anak positif Covid-19 yang ditemukan di Indonesia terhitung besar. Hingga Juni lalu, data menunjukkan ada sebanyak 12,5 persen anak-anak di Indonesia yang positif Covid-19. Kasus Covid-19 pada anak tersebut terjadi pada anak-anak dengan rentang usia 0-18 tahun.

Tingkat kematian anak karena Covid-19 pun tak main-main, mencapai 3-5 persen dan separuhnya adalah balita. Dengan kerawanan itu penting bagi orang tua untuk menjaga buah hatinya supaya tak tertular. Apalagi saat ini, untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit pun sangat terbatas. Namun jika dalam perjalanan waktu, anak ternyata mengalami gejala Covid-19 seperti demam, batuk, pilek, hilang penciuman, jangan terburu-buru untuk membawanya ke rumah sakit.

Sebab, menurut Dokter spesialis kesehatan anak dari FKUI-RSCM, dr. Nina Dwi Putri, Sp. A (K), anak positif Covid-19 tetap bisa menjalankan isolasi mandiri di rumah dengan orang tua yang mendamping, namun dengan beberapa catatan. “Jika anak masih tetap aktif, bisa makan dan minum, tak ada gangguan seperti penurunan oksigen saat beraktivitas, anak bisa melakukan isoman (isolasi mandiri) sebab sebagian besar anak hanya memerlukan isolasi mandiri,” ungkap dr. Nina dalam webinar edukasi Covid-19 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI, Selasa (13/7/2021).

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh orang tua saat mendampingi anak isolasi mandiri di rumah.

  1. Tentukan siapa yang merawat anak

Jika anak terkena Covid-19, lebih baik dari awal tentukan siapa yang akan merawat dan mendampingi selama isolasi mandiri dilakukan. Kalau bisa cukup salah satu orang tua saja dan pilih yang memiliki risiko rendah terhadap Covid-19 atau tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

  1. Dukung psikologis anak

Bagi anak positif Covid-19 yang sudah bisa berkomunikasi, kondisi yang mengharuskannya isolasi mandiri bisa jadi membuatnya stres atau merasa bingung. Tenangkan anak, jika mereka gelisah dan ajak anak bicara mengenai kekhawatirannya. Termasuk juga beri pengertian mengapa harus melakukan isolasi mandiri.

  1. Protokol kesehatan di rumah

Ajari anak untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan sesering mungkin, memakai masker yang benar, menghindari bertukar alat makan, etika batuk yang baik, dan cara membuang sampah limbah medis seperti masker medis sekali pakai dengan benar. Sementara untuk anak yang berusia kurang dari 2 tahun yang belum bisa mandiri, orang tua tetap bisa menemani dan mengasuh anak selama masa isoman. Namun untuk sementara waktu hindari mencium anak untuk mencegah paparan dari air liur dan cairan tubuh lain.  Cuci tangan setelah menggendong dan jika memungkinkan gunakan sarung tangan jika harus mengganti popok.

  1. Makanan bergizi

Berikan ASI serta asupan makanan yang bergizi tinggi dan bervitamin saat anak isolasi mandiri, seperti sayuran dan buah. Ajak juga anak untuk berjemur di bawah sinar matahari langsung untuk menambah asupan vitamin D.

  1. Lakukan pemantauan

Lakukan pemantauan secara berkala seperti suhu, saturasi, laku napas, asupan makanan, aktivitas anak, dan tanda-tanda dehidrasi. Apabila selama isolasi mandiri, anak mulai mengalami gejala seperti saturasi oksigen kurang dari 95 persen, muntah dan diare hingga tak bisa masuk asupan, demam lebih dari 7 hari, maka segera konsultasi melalui telekonsultasi atau periksakan anak ke fasilitas kesehatan.

(Sumber: Kompas.com. Novena,Monika.14 Juli 2021. 19 juli 2021. “Mendampingi Isolasi Mandiri Anak Positif Covid-19, Apa yang Perlu Diperhatikan https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/14/100100723/mendampingi-isolasi-mandiri-anak-positif-covid-19-apa-yang-perlu?page=all#page2)

8 Cara Menghilangkan Stres saat Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

Jakarta,Liputan6.com – Selam malakukan isoman anda perlu mengetahui cara menghilangkan stres ketika dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan harus menjalani isolasi selama dua minggu di rumah atau lebih .Hal ini dapat membantu Anda menjadi lebih tenang dan semangat untuk melawan Covid-19.

Pasien yang terinfeksi Covid-19, karena harus melakukan isolasi, maka mereka harus menjaga jarak dengan siapapun termasuk keluarga. Melakukan isolasi adalah cara terbaik agar virus corona yang ada di dalam tubuh pasien tidak menular ke orang lain. Namun, selama melakukan isolasi ini tentu stres dan berbagai tekanan akan dialami pasien. Hal ini akan berpengaruh pada daya tahan tubuh yang berperan penting dalam kesembuhan pasien.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental juga penting dilakukan selama menjalani masa isolasi. Dengan menjaga pikiran agar tetap rileks dan bahagia adalah kunci untuk melawan virus tersebut.

Berikut ini kegiatan yang bisa Anda lakukan selama menjalani karantina mandiri sebagai cara menghilangkan stres yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (9/6/2021).

  1. Menonton Film

Kegiatan yang satu ini bisa dibilang efektif sebagai cara menghilangkakn stres saat karantina mandiri. Anda bisa menghabiskan waktu di rumah dengan menonton film-film baru yang ingin Anda tonton, atau bahkan Anda juga bisa menonton film-film lama favorit Anda. Jangan lupa untuk menyiapkan camilan lezat kesukaan Anda agar waktu Anda semakin menyenangkan.

  1. Menghubungi Teman

Tetap menjaga komunikasi dengan orang lain. Menjalani karantina mandiri di rumah bukan berarti membuat Anda tidak bisa bertukar kabar atau menyapa orang-orang terdekat Anda. Karena jika begitu, tentu akan mudah bagi Anda merasa stres. Cobalah untuk menghubungi teman, sahabat atau keluarga jauh Anda dengan alat telekomunikasi. Tanyakan bagaimana keadaan dan apa yang mereka lakukan selama berada di rumah atau sekedar berbagi canda tawa. Hal ini sangat efektif menghilangkan stres selama Anda berada di rumah.

  1. Membaca Buku

Bagi yang memiliki hobi membaca buku, masa karantina mandiri adalah momen yang tepat untuk menyalurkan hobi Anda. Selama masa karantina mandiri, Anda akan mempunyai waktu luang lebih banyak sehingga Anda bisa menghabiskan waktu untuk membaca buku favorit Anda yang mungkin belum sempat Anda baca. Bagi yang tidak hobi membaca buku, anda masih bisa untuk mencoba kegiatan ini untuk menghilangkan stress. Membaca buku juga bisa menjadi cara menghilangkan stres yang jitu karena Anda bisa menghabiskan waktu seharian di rumah dengan imajinasi Anda, seperti buku yang Anda baca.

  1. Belajar Memasak

Selama Anda melakukan karantina mandiri di rumah, Anda bisa memanfaatkan waktu-waktu ini untuk belajar memasak. Apalagi jika Anda memang memiliki hobi memasak, momen ini sangat pas untuk untuk meningkatkan skill Anda dalam memasak. Memasak juga bisa dilakukan bagi Anda yang belum bisa memasak dan ingin mencobanya dan menambah skill baru. Belajar memasak dapat menjadi cara menghilangkan stres yang ampuh. Dengan begitu, Anda bisa belajar berbagai macam masakan, mulai dari kue, makanan penutup hingga makanan dengan menu utama.

  1. Menulis

Bagi Anda yang hobi menulis, ini bisa menjadi cara menghilangkan stres yang sangat menyenangkan. Anda bisa memulai menuliskan apa saja yang Anda rasakan selama menjalani karantina mandiri, bisa berupa rasa bahagianya, atau bahkan rasa sedih dan kecemasan yang Anda rasakan.

Hal ini juga sangat efektif menghilangkan stres yang Anda rasakan karena Anda secara tidak langsung mengeluarkan hal-hal negatif yang membuat Anda stres dengan menulis ini.

  1. Membatasi Diri dari Paparan Berita dan Media Sosial

Cara menghilangkan stres yang lainnya adalah membatasi diri dari papararan berita dan media sosial. Media sosial dan paparan berita berlebihan bisa membuat kita merasa kesal dan kewalahan. Jika kita telah mencapai titik itu, segera tetapkan batasi penggunaan gadget atau menonton televisi.

  1. Melakukan Yoga

Cara menghilangkan stres yang berikutnya adalah melakukan yoga. Apalagi bagi Anda yang merasa banyak kecemasa dan kegelisahan, yoga akan sangat membantu Anda untuk bisa lebih tenang dan rileks. Sehingga stres yang Anda rasakan bisa perlahan hilang. Lakukan yoga dengan gerakan yang paling mudah dan sederhana.

  1. Bersih-bersih Rumah

Cara menghilangkan stres yang selanjutnya adalah bisa dengan bersih-bersih rumah. Bagi sebagian orang, bersih-bersih rumah menjadi hal yang tidak menyenangkan dan melelahkan. Namun, disaat Anda sedang melakukan karantina mandiri di rumah, kegiatan ini bisa membantu Anda untuk menghilangkan stress.

Hal ini karena tubuh akan dipaksa untuk terus bergerak sehingga tubuh tidak merasa lunglai dan lesu. Bersih-bersih rumah juga bisa mengalihkan adan dari pikiran-pikiran negatif yang mungkin muncul saat Anda hanya berdiam diri saja. Jadi selain bisa digunakan sebagai cara menghilangkan stres, Anda juga akan mendapatkan rumah Anda yang lebih bersih dan nyaman. Selain itu, Anda juga bisa mengeluarkan keringat yang dapat membuat tubuh Anda kembali rileks.

Itulah beberapa cara untuk menghilangkan stress yang dapat muncul saat and melakukan isolasi mandiri. Tetap semangat dan teruslah berusaha untuk berpikiran positif, agar membuat daya tahan tubuh anda ikut bertambah agar bisa melawan Covid -19.

(Sumber: Liputan6.com. Sitoresmi, Ayu. 9 Juni 2021. “8 Cara Menghilangkan Stres saat Jalani Isolasi Mandiri di Rumah”, https://hot.liputan6.com/read/4577457/8-cara-menghilangkan-stres-saat-jalani-isolasi-mandiri-di-rumah)