Rekomendasi Buku untuk Membuatmu Rileks Selama di Rumah Saja

Lagi aksi ‘di rumah saja’ untuk karantina diri selama pandemi virus corona, tapi belum ada bekal buku bacaan? Atau sudah melahap semua buku yang ada di rumah?

Kamu nggak sendiri, karena membaca buku kini bisa jadi pilihan untuk membuat hari-hari tak membosankan selama menjalani self-isolation. Buku bacaan yang membuat lebih rileks tentunya, karena ini bisa jadi sama serunya dengan menonton beberapa seri drama Korea dalam satu hari.

Buku-buku yang bercerita akan cinta, persahabatan, keluarga, atau hal-hal yang diluar ekspektasi. Ini menambah wawasan sekaligus memberi hiburan tersendiri, karena membuat tertawa, menangis, kesal, dan gemas ketika menyelesaikannya.

Dirangkum dari daftar best-seller dan pilihan situs toko buku online, berikut rekomendasi buku yang bisa membuat kamu rileks selama menghabiskan waktu di rumah saja saat ini:

  1. The Architecture of Love 

Karya Ika Natassa ini, seperti karyanya yang lain, menyuguhkan kisah cinta yang menggemaskan. Kali ini, ‘The Architecture of Love’ mengisahkan Raia sebagai tokoh utama, seorang penulis yang mengalami writer’s block atau kebuntuan ide. Ia memutuskan untuk pergi ke New York demi bisa kembali menulis dan menemukan ide. Siapa sangka di sana ia bertemu seorang pria bernama River. Pertemuan tak sengaja dan kesamaan nasib mencari inspirasi di salah satu kota terbersa di dunia ini membuat hubungan keduaya menjadi dekat. Hal-hal kecil yang hadir diantara Raia dan River membuat buku ini menjadi asik untuk dibaca sampai halaman terakhir.

  1. The Book of Forbidden Feelings 

Buku Lala Bohang selalu menghadirkan banyak pertanyaan sekaligus juga kejutan. Di beberapa kalimat atau kutipan akan membuat diri merasa terwakili. Begitu juga dengan ‘The Book of Forbidden Feelings’. Di sini, ia mengungkap sisi gelap kehidupan seseorang, di mana akan membuat kita menyadari bahwa ada banyak kepalsuan yang secara tidak sadar pernah kita lakukan. Beberapa bagian dalam novel ini juga akan membuat pembacanya menyadari bahwa setiap orang bisa jadi pernah melakukan dan merasakan hal yang sempurna.

  1. Friend Zone 

Dari judul dan sampulnya, novel karya Vanesa Marcella ini sudah membuat diri tersenyum sendiri. Siapa yang nggak pernah merasakan berada di friend-zone, atau menyukai seseorang tapi dianggap hanya teman? Buku ini mengisahkan Abel, seorang gadis tomboi yang memendam rasa pada sahabat baiknya sendiri, David. David tak pernah tahu Abel memiliki rasa padanya. Ia hanya merasa nyaman saat bersama Abel dan merasa tak perlu sedikit pun untuk menjaga imej di hadapannya. Bagaimana dan sejauh mana Abel akan bertahan dan memendam rasanya terhadap David? Di bagian inilah buku ini membuat penasaran.

  1. Sebuah Usaha Melupakan

Ditulis Boy Candra, novel ini juga bercerita akan kisah cinta, tapi jarak jauh atau long distance relationship. Sudut pandang Aku sangat mencintai pasangannya, dan penuh harap. Namun, yang indah itu tak bertahan lama kala ia mengetahui pasangan yang ia cintai berkhianat. Aku menjadi seorang pembenci dan kasar. ‘Sebuah Usaha Melupakan’ bisa jadi buku yang mengulik kisah cinta dengan cara yang tak biasa.

  1. Tak Ada New York Hari Ini 

Buku berisi kumpulan puisi karya Aan Mansyur ini bisa dibaca ulang bolak-balik, karena tidak akan membosankan. Lewat ‘Tak Ada New York Hari Ini’, Aan bermain-main dengan kata-kata sederhana tapi penuh makna. Beberapa diantaranya bisa jadi kutipan yang akan menginspirasi untuk dikirim ke pasangan, atau orang terdekat. Menuntaskannya juga bisa dengan ditemani menonton ‘Ada Apa Dengan Cinta 2?’, di mana Rangga membacakan beberapa kutipan dari buku ini.

  1. Angan Senja Senyum Pagi 

Banyak hal menarik dari karya Fahd Pahdephie ini. Kisah antara Angan dan Pagi yang terpisah jarak. Ketika keduanya dipertemukan, Angan pun kehilangan kata-kata. Fahd telah menerbitkan sejumlah buku, dan ‘Angan Senja Senyum Pagi’ bisa jadi awalan untuk masuk dan mengenal dunia penulisannya yang unik. Membayangkan judulnya saja sudah membuat penasaran untuk masuk ke dalam kisah yang ditulisnya.

  1. Konspirasi Alam Semesta 

Selain menyanyi, Fiersa Besari juga menulis beberapa buku yang menarik untuk dibaca. ‘Konspirasi Alam Semesta’ adalah salah satunya. Buku ini memuat kisah cinta antara Ana dan Juang yang menghadapi banyak rintangan dan dilema seperti halnya yang dirasakan banyak orang. Menuntaskan buku ini akan membuat kamu ingin membaca karya Fiersa lainnya.

  1. Sunny Everywhere 

Ditulis Sunny Dahye, youtuber asal Korea yang popular dan memiliki jutaan subscriber. Lewat buku ini, ia menuliskan kisah hidupnya yang tak tersorot kamera. Ada perjalanan panjang yang ia lewati hingga bisa dibilang sukses seperti saat ini. Dari mulai kondisi keluarganya, kepindahan ke Indonesia, kesulitan mencari universitas untuk melanjutkan studinya, serta bagaimana ia akhirnya memutuskan untuk memulai bikin video di YouTube. Menarik untuk diikuti dan melihat dari sudut pandang yang berbeda.

  1. Guru Aini 

Karya terbaru penulis Andrea Hirata (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi) ini masuk ke empat besar best-seller awal tahun 2020. ‘Guru Aini’ disebut-sebut sebagai prekuel dari novel yang sudah terbit lebih dulu berjudul ‘Orang-Orang Biasa’. Buku ini bercerita tentang Ibu Guru Aini yang bertahan dengan idealismenya untuk menjadi seorang guru matematika. Seperti karya Andrea lainnya, ada muatan kritis terhadap sosial politik di dalamnya, tapi dalam penyampaian yang menarik untuk diikuti.

  1. Kamu Terlalu Banyak Bercanda 

Usai ‘Generasi 90-an’, dan ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’, Marchella FP mengeluarkan ‘Kamu Terlalu Banyak Bercanda’. Seperti tulisan-tulisannya yang renyah, didominasi kata-kata yang dalam penuh makna, buku ini bisa jadi juga akan menohok dengan cara yang berbeda. Membuat diri tersenyum simpul sendiri karena merasa terwakili.

  1. Srimenanti 

Lebih dikenal sebagai penulis puisi, ‘Srimenanti’ adalah novel perdana Joko Pinurbo. Di sini ia menuliskan kisah yang unik, dengan permainan kata yang juga tak kalah puitisnya. Seperti kutipan berikut ini: “Saya pernah ditanya wartawan, ‘Lukisanmu termasuk aliran apa?’ Saya malas dan tidak tertarik menjawab pertanyaan semacam itu. Saya tidak tertarik pada label. Hari-hari ini kegemaran bermain label kembali merajalela dan banyak orang lupa atau tidak menyadari bahayanya. Diam-diam saya jeri menanggung beban yang diakibatkan oleh permainan label dan stigma. Namun, bagaimanapun saya mencintai hidup ini. Di saat-saat rentan hati, ingin rasanya saya pergi mengasingkan diri. Pergi jauh ke sebuah pelukan dan berlabuh di bahu seseorang, tetapi pelukan siapa, bahu siapa?”

  1. Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa 

Ditulis Alvi Syahrin, buku ini menggelitik dari judulnya, yang seolah mempertanyakan, bagaimana ‘Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa? Ya, nggak apa-apa, juga bukan? Dengan pilihan kata dan cerita yang disuguhkannya, buku ini mesti dibaca saat santai tanpa harus diburu-buru waktu. Bahwa seseorang mestinya sadar bahwa hidup adalah tentang berusaha sebaik-baiknya, kalaupun jatuh bangkit lagi dan tak berhenti percaya bahwa segala perjuangan tak akan sia-sia. Cari kebahagiaan menurut standar kamu sendiri, tanpa mengikuti kriteria umum. Benar, bukan?

  1. Second Chance 

Bacaan MetroPop bisa menjadi pilihan untuk bersantai sembari senyum sendiri. Seperti yang dituliskan Flara Deviana lewat ‘Second Chance’. Seperti judulnya, buku ini mengisahkan akan kesempatan kedua yang dijalani tokoh utamanya, yakni Flavia. Di tengah kondisi keuangannya yang payah, ia mendapat tawaran kerja sebagai pengasuh sepasang anak kembar dengan bayaran tinggi. Pekerjaan ini mempertemukannya dengan majikan Raynaldi duda pengacara yang berparas dingin, dan galak sebagai ayah dari anak yang diasuhnya. Flavia dan Ray mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki kehidupan mereka.

(Sumber: herworld.co.id.5 Juli 2021.27 Juli 2021.”Rekomendasi Buku Untuk Membuatmu Rileks Selama Di Rumah Saja”. https://today.line.me/id/v2/article/XwN5j9)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *