Bagi 1 Senyum 1000

Tabung Oksigen

Bantuan Makanan

Plasma Darah

Telemedicine

Darurat

Mari Berbagi

Adakah pengalaman terkait isolasi mandiri yang bisa Anda bagikan dengan orang lain? Silakan isi form di bawah ini…


Ceritaku

  • Zaldy - Bandung | 12 Aug 2021 @ 06:29 AM
    Saya terkena covid sekitar satu bulan yg lalu saat bertemu teman saya sepulang di bekerja, setelah itu sebenarnya saya tidak merasakan gejala apa-apa selain tidak enak badan biasa yang saya pikir hanya karena saya kelelahan, namun teman saya memberikan kabar kalau dia positif, dan akhirnya saya memutuskan untuk SWAB tes dan ternyata hasilnya juga positif dan virusnya sedang sangat aktif. Meskipun demikian, saya tidak mengalami gejala-gejala yang berat, hanya anosmia dan sesak nafas yang cukup mengganggu aktifitas. Dengan fakta virus dalam tubuh saya sedang sangat aktif namun saya tidak mengalami gejala berat, saya percaya ini karena efek vaksin yang memang sudah saya lakukan sebulan sebelum saya positif. Sehingga di sini saya secara pribadi menyimpulkan bahwa vaksin menjadi salah satu faktor ketidakparahan saya selama positif covid. Semoga semakin banyak masyarakat yang mau dan berani divaksin agar dapat mengurangi dampak buruk dari covid itu sendiri, akan lebih baik jika mematuhi protokol kesehatan juga agar tidak perlu merasakan covid. Stay Safe semuanya
  • Iqbal - Depok | 9 Aug 2021 @ 10:06 AM
    Isoman diawali dengan ibu yang lebih dahulu dinyatakan positif. Pada awalnya saya dinyatakan negatif. Oleh karena itu, kami memutuskan melakukan isoman namun terpisah lantainya, saya dan adik2 ada di lantai bawah sedangkan ibu saya di atas. Setelah 3 hari, saya justru mengalami sakit panas yang tidak kunjung turun, sehingga saya memutuskan untuk mengecek dan ternyata saya dinyatakan positif. Setelahnya saya ikut bergabung dengan ibu saya melakukan isolasi di lantai atas. Selama isolasi, yang saya lakukan adalah istirahat dan berjemur selagi meminum obat yang diberikan oleh Puskesmas. Alhamdulillah Puskesmas Mampang bergerak cepat saat saya memberitahukan bahwa saya positif. Begitu pula tetangga sekitar rumah, yang saling bergantian mengirimkan makanan untuk kami di rumah. Selama masa positif, Alhamdulillah tidak memiliki gejala berarti, hanya badan yang ngilu dan panas yang naik turun di awal masa positif saja. Mungkin gejala yang konsisten ada hingga 2 minggu itu hanya hilang penciuman saja. Kunci utama sembuh dari covid adalah dibawa santai aja, jangan membebani pikiran yang macam-macam karena apa yang kita pikirkan bisa berpengaruh kepada kesehatan kita. Semangaat yaa
  • Sandra Nurtrihastuti - Jakarta Timur | 24 Jul 2021 @ 15:11 PM
    Selama isoman, saya mengalami beberapa gejala ringan. Saya hanya mengkonsumsi vitamin2 seperti vit C (di pagi hari), vit B (siang hari), khustul hindi (sore hari), dan caviplex (malam hari) & obat2an untuk menyembuhkan gejalanya seperti minum obat batuk. Dan saya tidak minum obat antivirus, selain jika beli harus memakai resep dr dokter dan juga bbrp temen juga menyarankan utk tdk harus mengkonsumsinya. Yg terpenting Perbanyak makan makanan yg sehat, makan buah, minum madu setiap harinya dan selalu minum air putih yg banyak dan saya lbh sering minum air putih hangat. Usahakan setiap pagi sblm berjemur olahraga ringan slm 15 menit dan setelahnya berjemur. Saya menyarakan kepada teman2 yg masih berjuang utk sembuh dr covid lebih baik mengurangi baca2 berita/cerita2 pengalaman tentang covid 19 karna drpd imun kita makin drop lebih baik mencari yg bisa meningkatkan imun kita agar cepat sembuh dengan membaca buku, menonton video. Saya slm isoman juga menerapkan setiap stlh sholat magrib menyempatkan utk baca surat yasin dan baca surat2 al qur'an lainnya, supaya hati & pikiran saya tenang agar mempercepat kesembuhan saya. Semangat ya guyssss yg masih berjuang utk sembuh 💪💪💪💪
  • Nikitania Puspita Willy - Bogor | 24 Jul 2021 @ 06:16 AM
    Selama isoman, rasanya cukup stress. Karena 2 saudara saya gugur ketika sedang isolasi mandiri di hari ke-8 dan ke-10 tanpa komorbid. Untuk obat2an sendiri, saya hanya mengkonsumsi obat2 yg diberikan oleh dr saya di siloam. Diantaranya zycin 500mg, oseltamivir 75mg, indexon 0,5mg (karena saya ada radang), Hi-D5000 IU, Zegafit, Pamol 500mg, Mucopect 30mg, intrizin 10mg. Tidak disarankan meminum obat lain seperti lianhua. Dan dibarengi dengan perbanyak makan buah, air putih, sayur, istirahat yg cukup, gerak yg cukup, berjemur, cek suhu & kadar oksigen berkala, cek denyut nadi berkala, dan cari hal yang buat saya bahagia & bisa bikin ketawa. Tidak lupa terapi minyak kayu putih karena saya ada anosmia yang cukup lama. Dan rutin konsultasi dengan dokter online. Semangat sehat!!!
  • Diarni Pravita Putri - Jakarta | 24 Jul 2021 @ 04:36 AM
    Selama isoman, saya mengonsumsi obat-obatan dari dokter, vitamin B C D3 dan Zinc, Qusthul Hindi, banyak air putih dan beberapa suplemen lain. Selain itu, menurut saya hal yang penting dilakukan saat isoman untuk pasien Covid adalah berjemur dan usahakan melakukan banyak gerak atau olahraga di dalam ruangan untuk pasien dengan kondisi tempat isoman yang tidak memungkinkan terkena sinar matahari. Karena hal itu dapat mempercepat kenaikan CT.
Selanjutnya...

Berita & Artikel

Peta Informasi